Selasa, November 04, 2008

Jantung Buatan Teknologi Pesawat Terbang

Apa jadinya jika teknologi yang lazim diterapkan pada sistem satelit dan pesawat terbang diterapkan pula dalam dunia kesehatan? Hasilnya sungguh luar biasa. Faktanya, teori mini sensor untuk mengukur ketinggian dan tekanan udara bukan hanya bisa diterapkan pada teknologi pesawat terbang dan satelit. Para pakar kesehatan memanfaatkan teknologi tersebut untuk menciptakan jantung buatan demi kepentingan para penderita penyakit jantung.

Jantung Buatan


Adalah ilmuwan dari Perancis yang pekan lalu mengumumkan temuan teranyar mereka tentang cara kerja jantung buatan ini. Memang, jantung buatan bukanlah hal baru dalam dunia medis. Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan, telah jauh-jauh hari dikabarkan sukses membuat jantung buatan. Namun, menerapkan teori tekanan udara dan ketinggian pada jantung benar-benar menjadi ‘kejutan’ baru bagi para ahli medis.

Dalam sebuah konferensi pers di Paris, Perancis, pekan lalu, para ahli jantung asal Perancis memamerkan temuan anyar mereka itu. Para pakar kesehatan ini menyatakan bahwa mereka telah berhasil melakukan ujicoba jantung buatan ini pada hewan percobaan. Kenyataan ini membuat mereka optimis bahwa teknologi ini bisa pula diterapkan pada manusia. Kelak, bisa jadi pasien penyakit jantung tak lagi harus berharap pada transplantasi jantung dari donor manusia lainnya.

Jantung yang menerapkan teknologi satelit dan pesawat terbang ini diyakini bisa memenuhi respons positif dari kebutuhan pasien penyakit jantung. Hal itu pula yang mendorong perusahaan yang bergerak di bidang pesawat terbang dan satelit yaitu European Aeronautic Defense and Space Co (EADS) untuk mewujudkan jantung buatan tersebut. Perusahaan yang berinduk pada perusahaan Airbus ini menyatakan cara kerja pesawat dan satelit untuk mengatur tekanan udara dan ketinggian sama persis dengan kecepatan jantung memompa darah dan menekan ke dinding jantung.
”Ini benar-benar prinsip yang sama, yaitu antara pesawat terbang dan tubuh manusia,” ungkap Patrick Coulombier, ketua tim proyek dari Carmat, perusahaan yang membuat jantung buatan tersebut pada kantor berita AP.

Selain memiliki keunggulan dari sisi teknologi ini, jantung buatan tersebut juga dijual lebih murah dibandingkan jantung buatan AS. Jantung buatan Perancis ini dijual seharga 192.140 dolar AS. Sementara, Abiomed — jantung buatan AS — dijual di atas 250 ribu dolar AS. ”Tapi jantung buatan kami memiliki kelebihan dibanding jantung buatan Perancis. Kami telah mengimplantasi jantung tersebut pada pasien dan FDA telah ‘merestuinya’,” ungkap Aimee Maillett, juru bicara perusahaan yang memproduksi Abiomed. Menurut Maillett, jantung buatan Abiomed rata-rata mampu memperpanjang usia hidup para pasien jantung hingga lima bulan.

‘Pembunuh’ utama
Penyakit jantung diketahui sebagai ‘pembunuh’ nomor satu di dunia. Dari data yang disampaikan Asosiasi Jantung AS, sekitar 2.200 operasi transplantasi jantung dilakukan di AS selama tahun 2006. Menurut Ottabio Alfieri, guru besar ilmu jantung di Raffaela University Hospital di Milan, jantung buatan ini bisa sangat membantu begitu banyak pasien penyakit jantung yang sedang antre untuk menjalani operasi transplantasi jantung. Menurut Alfieri yang juga juru bicara Perhimpunan Jantung Eropa ini, jantung buatan yang diciptakan para ilmuwan Perancis ini bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama.

Jantung buatan milik Perancis ini terbuat dari materi natural, termasuk polymer dan menggunakan jaringan dari sel babi. Menurut mereka, tak ada masalah seperti penolakan oleh tubuh yang umumnya terjadi pada kasus tranplantasi jantung buatan. Ini yang membuat para dokter optimis bahwa konstruksi jantung buatan ini memiliki jaringan yang sama dengan manusia.

Namun, sejumlah ahli jantung meragukan keberhasilan jantung buatan ini bisa bekerja dengan baik dalam tubuh manusia. ”Secara virtual memang segalanya mungkin saja ditransplantasikan pada tubuh manusia, tak peduli seberapa baik desain yang dilakukan. Namun, yang harus diwaspadai adalah terjadinya komplikasi yang tak bisa diduga datangnya,” ungkap dr Tim Gardner, presiden Asosiasi Jantung Amerika Serikat.

”Ini adalah wilayah yang memiliki isiko tinggi dengan begitu banyak masalah,” ungkap dr Karl Swedberg, kardiolog dari University of Gothenburg di Swedia. Dia setuju bahwa jantung buatan yang baru ini bisa mengurangi permintaan donor jantung meskipun harganya sangat mahal dan masih harus melalui operasi yang rumit.

”Jantung buatan memang ide yang menarik, tapi alangkah baiknya jika saat ini kita fokus dulu pada terapi yang telah ada,” ungkapnya.

Sumber : mathub2003.co.cc

Tidak ada komentar: