Selasa, November 04, 2008

Kandidat Presiden & Wakil Presiden USA


Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang digelar pada hari ini, 4 November 2008, diikuti oleh 6 kandidat, yaitu:

  1. Barack Obama & Joe Biden dari partai Democrat
  2. John McCain & Sarah Palin dari partai Republican
  3. Bob Barr & Wayne Allyn Root dari partai Libertarian
  4. Chuck Baldwin & Darrell Castle dari partai Constitution
  5. Cynthia McKinney & Rosa Clemente dari partai Green
  6. Ralph Nader & Matt Gonzalez (Independen)
Inilah profil 6 kandidat presiden & wakil presioden USA tersebut:

1. Barack Obama & Joe Biden (Democrat)


Obama melaju menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat setelah menghempaskan saingan utamanya yang juga mantan ibu negara, Hillary Rodham Clinton, melalui primari dan kaukus. Semula banyak desakan agar ia menjadikan Hillary menjadi kandidat wakil presiden.

Namun akhirnya Obama menentukan pilihannya sendiri, Joe Biden. Hillary tetap memberikan dukungan pada Obama dengan menggalang kampanye dan dana bagi Obama. Demikian pula dengan mantan Presiden Bill Clinton yang pekan lalu melakukan kampanye bersama Obama.

Obama mengusung sejumlah program kampanye yang diyakini akan membawa perubahan bagi AS. Dalam kebijakan luar negeri misalnya, ia menginginkan penarikan pasukan dari Irak. Sementara dalam kebijakan ekonomi ia ingin menaikkan pajak bagi mereka yang berpenghasilan tinggi.

Dalam bidang energi, Obama mengajak warga AS untuk menggunakan energi aletrnatif untuk mengatasi ketergantungan AS pada minyak dan menggunakan bahan bakar standard tinggi bagi kendaraan-kendaraan di AS. Selama ini, AS dikenal sebagai pengonsumsi minyak terbesar.

Sebelum sibuk berkampanye sebagai kandidat presiden, Obama menjalani kesibukannya sebagai senator dari negara bagian Illinois. Ia terpilih sebagai senat negara bagian tersebut sejak 1994. Ia pernah pula bekerja sebagai pengacara hak sipil dan mengajar hukum.

Alumnus dari Universitas Harvard ini mengumumkan kampanye presidennya pada Februrai 2007. Ia kemudian dicalonkan dalam konvensi nasional Partai Demokrat pada 2008. Ia melalui perjalanan panjang hingga akhirnya menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Obama lahir di Hawaii pada 4 Agustus 1961. Ayahnya bernama Barack Hussein Obama. Sedangkan ibunya bernama Ann Dunham. Ia dibesarkan di Hawaii dan beberapa tahun pernah pula tinggal di Indonesia. Hingga banyak warga Indonesia berharap Obama akhirnya menjadi presiden.

Dalam sejumlah jajak pendapat, Obama selama ini lebih diunggulkan daripada McCain. Sebab, Obama dinilai sebagai sebuah simbol perubahan karena rakyat AS telah jengah dengan kepemimpinan Presiden Goerge W Bush dari Republik yang menyebabkan lahirnya krisis finasial sekarang ini.

2. John McCain & Sarah Palin (Republican)


John McCain menggandeng Gubernur Alaska, Sarah Palin sebagai kandidat wakil presidennya. Sebelum menjadi kandidat presiden, McCain harus bersaing ketat melalui primari dan kaukus dengan mantan Gubernur Massachusset, Mitt Romney.

Sejumlah kalangan juga sebelumnya mendorong McCain untuk menjadikan Romney sebagai pendampingnya untuk melangkah ke Gedung Putih. Romney dianggap memiliki pengalaman keberhasilan dalam menjalankan tugasnya sebagai gubernur dan memiliki kemampuan menjalin hubungan luar negeri.

Namun, McCain menepis potensi yang dimiliki Romney dan akhirnya memilih Palin sebagai kandidat wakil presiden. Dalam kampanyenya, McCain menentang keras rencana Obama melakukan penarikan pasukan dari Irak dan jika ia menjadi presiden akan tetap mempertahankan pasukan AS di sana.

Di akhir masa kampanye, kandidat wakil presiden dari Republik, Sarah Palin, menegaskan bahwa Obama tak memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan keamanan nasional AS. Ia merespons kebijakan Obama yang ingin menarik pasukan AS dari Irak.

Dalam kebijakannya soal energi, McCain menyatakan lebih baik melakukan pengeboran minyak sendiri di lepas pantai daripada bergantung pada pasokan minyak negara lain. Ia ingin menghentikan pengeluaran 700 miliar dolar AS untuk mendapatkan minyak dari negara lain.

Selain itu, senator asal negara bagian Arizona ini juga menghendaki adanya pengurangan pajak. McCain yang lahir di Panama pada 29 Agustus 1936 itu sebelumnya juga pernah bertarung untuk menjadi wakil Republik sebagai kandidat presiden pada 2000 silam. Ia dikalahkan George W Bush.

3. Bob Barr & Wayne Allyn Root (Libertarian)


Bob Barr ditetapkan oleh Partai Libertarian sebagai kandidat presiden sedangkan kandidat wakil presidennya adalah Wayne Allyn Root. Barr dipilih melalui konvensi nasional Partai Libertaria pada 25 Mei 2008 lalu di Denver, Colorado.

Dalam programnya, Barr menentang pendudukan dan perang Irak. Menurut dia, kedua langkah itu merupakan dua kesalahan yang dilakukan pemerintah AS saat ini. Ia mengatakan jika tak dilakukan penarikan pasukan dari Irak maka AS akan menghamburkan uang sebesar 240 juta dolar AS per hari.

Tak heran bila Barr mendesak penarikan pasukan AS dari Irak secepatnya. Penarikan pasukan tak bisa ditunda lagi. Menurut dia, keberadaan pasukan AS dalam waktu yang lama di Irak akan membuat pemerintah Irak segera memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi masalah keamanan di sana.

Dalam bidang energi, Barr mendorong adanya pemenuhan kebutuhan bahan bakar melalui sumber-sumber dalam negeri. Ia mengatakan pendayagunaan sumber bahan bakar di dalam negeri akan mengeluarkan biaya lebih murah bila menggantungkan diri pada pasokan bahan bakar dari negara lain.

Tak hanya itu, Barr juga mengkritisi pembelanjaan negara yang terus mengalami kenaikan. Menurut dia, sepuluh tahun hingga 2008, jumlah belanja pemerintah mengalami peningkatan hingga 3.1 trilun dolar AS. Jumlah belanja pada 2008 ini, berjumlah 5.1 triliun dolar AS.

Barr menegaskan, pemerintah AS tak boleh membiarkan jumlah pembelanjaan sebesar itu jika AS ingin tetap mampu bersaing di pasar global. Ia mengatakan bila ia menjadi presiden, langkah pertama yang akan ditempuh adalah mengurangi jumlah belanja yang besar ini.

4. Chuck Baldwin & Darrell Castle (Constitution)


Partai Konstitusi melalui konvensi nasional di Kansas City, Missouri pada 26 April 2008 lalu menetapkan Chuck Baldwin menjadi kandidat presiden. Selain sebagai politisi, Baldwin juga sebagai seorang pastor. Ia dampingi Darrel Castle sebagai kandidat wakil presiden.

Baldwin yang lahir di La Porte, Indiana pada 3 Mei 1952, dikenal pula sebagai pendiri Crossroad Baptist Church di Pensacola, Florida. Ia juga dikenal sebagai pembicara di radio dan penulis. Ia berjanji peningkatan kualitas angkatan bersenjata menjadi prioritas jika jadi presiden.

Menurut Baldwin, ia sangat mendukung adanya modernisasi angkatan bersenjata AS, sesuai dengan perkembangan teknologi dan situasi dunia yang terus berubah. Ia mengatakan kuatnya angkatan bersenjata akan menghadirkan keamanan bagi rakyat AS sendiri.

Dalam kebijakan luar negerinya, Baldwin ingin AS menjalin hubungan yang damai dengan semua bangsa. Tentu, kata dia, tanpa melakukan campur tangan masalah domestik negara lain. Dalam hal ini, ia mengatakan jika jadi presiden ia akan segera menarik pasukannya dari Irak.

Baldwin mengatakan hal pertama yang ia lakukan jika menjabat presiden maka ia akan menghentikan langkah pasukan AS bertempur di Irak. Kini, pasukan AS di Irak merupakan pasukan pendudukan. Mereka menduduki negara berdaulat, Irak.

Pendudukan di Irak, kata Baldwin, sebenarnya merupakan langkah yang tak perlu. Sebab perang ini telah membuat paling tidak 4.000 tentara AS tewas dan menyebabkan puluhan ribu warga Irak yang tak berdosa kehilangan nyawanya.

5. Cynthia McKinney & Rosa Clemente (Green)


McKinney merupakan mantan anggota kongres dari Partai Demokrat dari Georgia. Ia ditetapkan menjadi kandidat presiden oleh Partai Hijau dalam konvensi nasional yang di gelar di Chicago pada 12 Juli 2008. Ia juga mendapatkan dukungan dari Partai Buruh Dunia pada bulan yang sama.

Rosa Clemente, aktivis politik dan jurnalis dari New York mendampingi McKinney. Ia merupakan putri Billy McKinney yang menjadi pejabat penegak hukum kulit hitam pertama. Ia mengatakan bahwa melalui ayahnya, ia mengenal gerakan hak-hak sipil.

Karir politiknya dimulau pada 1986 ketika ayahnya mengajukan diirnya sebagai calon anggota parlemen Georgia. Ia menginginkan AS menjalankan sepenuhnya persmaan hak bagi warganya. Menurut dia, jika warga kulit hitam, coklat, Asia, dan putih bersatu maka AS akan terus maju.

6. Ralph Nader & Matt Gonzalez (Independent)


Nader mencalonkan diri menjadi kandidat presiden melalui jalur independen. Ia telah melakukannya sebanyak dua kali yaitu pada 2004 dan 2008 ini. Sebelumnya ia juga telah dua kali diajukan sebagai kandidat oleh Partai Hijau pada 1996 dan 2000.

Nader yang berasal dari Connecticut berprofesi sebagai pengacara dan penulis. Ia pernah pula ditetapkan sebagai salah satu dari 100 orang Amerika yang paling berpengaruh oleh majalah Time. Matt Gonzales, aktivis politik, menjadi kandidat wakil presiden.

Dalam program kampanyenya, Nader menginginkan adanya solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel dan Palestina. Menurut dia, AS harus terus mendorong terjadi solusi seperti ini. Di sisi lain, ia juga menekankan agar AS tak lagi bergantung pada energi fosil.
Sumber: Berbagai Sumber

Tidak ada komentar: