Tak mau pusing dengan urusan di pengadilan, Google akhirnya membatalkan rencana kerjasama dengan Yahoo dalam bisnis iklan di hasil pencarian. Kedua pihak diliputi kekecewaan.
Pernyataan mundur itu terungkap dalam pernyataan di blog resmi Google yang ditulis oleh David Drummond, Chief Legal Officer Google. Drummond menuliskan bahwa memaksakan kerjasama itu membawa risiko perang legal berkepanjangan dan rusaknya hubungan dengan rekanan mereka.
"Kami jelas kecewa perjanjian ini tak jadi. Tapi kami tak mau membiarkan kemungkinan perang legal berkepanjangan menjauhkan kami dari misi utama. Itu sama saja mengendarai mobil di jalan raya inovasi tapi rem tangannya terpasang," tulis Drummond dalam blog resmi Google, Kamis (6/11/2008).
Sebelumnya, Google dan Yahoo sudah melakukan perubahan pada kerjasama tersebut. Perubahan yang cukup drastis itu diharapkan bisa memuluskan perizinan dari Departemen Kehakiman.
TechCrunch, blog pengamat teknologi, menyebut faktor Microsoft turut berperan dalam batalnya perjanjian ini. Erick Schonfeld dari TechCrunch menyebut kerjasama Google dan Yahoo dibuat demi menghindari upaya Microsoft membeli Yahoo.
Saat ini, lanjut Erick, Microsoft nampaknya sudah tak lagi berminat pada Yahoo. "Dunianya sekarang berbeda. Microsoft agaknya sudah berlalu. Pasar finansial ambruk. Yahoo harus bisa memperbaiki sendiri masalahnya," tulisnya.
Menanggapi hal ini, Yahoo telah menyatakan kekecewaannya. "Kami kecewa bahwa Google memilih mundur daripada membela perjanjian ini di pengadilan," sebut keterangan pers Yahoo.
Pihak Yahoo mengakui perjanjian dengan Google sedianya akan memberi dana segar untuk operasional Yahoo. Namun dalam rencana jangka panjang Yahoo, perjanjian itu tak banyak berpengaruh.
"Dasar-dasar untuk membangun Yahoo yang lebih kuat, baik dalam hal pencarian beriklan dan algoritma pencariannya sudah dibangun secara terpisah dari perjanjian ini," janji perusahaan yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo ini.
Sumber: Detiknet.com
Penasaran? Read More...
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Kamis, November 06, 2008
Google dan Yahoo Gagal Kerjasama
Obama Mulai Susun Kabinet
Presiden baru AS Barack Obama mulai memilih orang-orang yang akan mengisi kursi kabinet pemerintahannya. Sejumlah nama-nama beken disebut-sebut akan mengisi "kabinet bintang" Obama.
Salah satunya, Senator John Kerry. Capres Demokrat tahun 2004 itu tengah dipertimbangkan untuk menggantikan posisi Condoleezza Rice sebagai Menteri Luar Negeri.
Kemudian Colin Powell, mantan menlu AS itu kemungkinan akan menjadi kepala Pentagon atau Menteri Pendidikan. Demikian seperti dilansir harian The Telegraph, Kamis (6/11/2008).
Anggota Kongres Rahm Emanuel, mantan penasihat Bill Clinton ditawari Obama menjadi kepala staf Gedung Putih. Kabarnya, Emanuel menerima tawaran itu.
Caroline Kennedy, putri mendiang mantan presiden John F Kennedy akan ditawari posisi Duta Besar AS untuk PBB.
Sepupu Caroline, Robert F Kennedy Junior, putra Senator Robert Kennedy, yang dibunuh pada tahun 1968, kemungkinan menjadi kepala Badan Perlindungan Lingkungan.
William Daley, Menteri Perdagangan era pemerintahan Bill Clinton sekaligus manajer kampanye kepresidenan Al Gore tahun 2000, juga akan menduduki sebuah posisi di kabinet.
Penasaran? Read More...
Obama, The 44th President of USA
Akhirnya Obama menang mutlak, dan Ia pun menjadi presiden Amerika yang ke-44.
Pria berumur 47 tahun itu dilahirkan 4 Agustus 1961 di Hawaii. Bapaknya berkulit hitam dan berwarga negara Kenya. Ibunya berkulit putih, berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Pada tahun 1967 pindah ke Indonesia dan pada tahun 1971 dia kembali ke Hawaii. Di sana ia menyelesaikan sekolah setingkat SMP, yang dilanjutkan ke Universitas.
Di saat kuliah, Obama mengambil jurusan Internasional. Selesai itu, dia melanjutkan ke Harvard University mengambil hukum. Obama juga bekerja dibidang hukum berpraktik sebagai advokat dan bergabung dalam satu grup yang menolong orang-orang miskin.
Karir politik Obama dimulai sebagai anggota Senat Illinois. Saat itu dia sejak 1997-2004, sebagai wakil Partai Demokrat. Obama mulai terkenal pada tahun 2004 pada saat di kongres Demokrat ia berpidato yang berisi gagasan baru.
Pada bulan Januari 2005, untuk pertama kalinya Obama terpilih menjadi anggota kongres mewakili negara bagian Illinois. Obama menjadi senator kulit hitam pertama, dalam jangka 150 tahun, baru Obama sebagai kulit hitam yang kembali terpilih.
Obama juga sebagai anggota pembela veteran, kesehatan, pensiun, dan penulis buku dan kolumnis. Pada Februari 2007, pada sebuah pertemuan, Obama secara resmi menjadi kandidat capres dari Partai Demokrat dan wapresnya Joe Biden.
Pada Agustus 2008, Obama terpilih sebagai calon presiden Amerika dari Partai Demokrat dan dalam sejarahnya menjadi capres Amerika berketurunan Afrika.
Obama aktif untuk membela hak asasi manusia dia mendukung kelas menengah dan berjuang untuk agar supaya perbedaan kaya dan miskin menjadi lebih kecil.
Dia juga berjuang untuk perumahan rakyat. Mengadakan reformasi untuk kesehatan. Obama juga seorang yang berjuang untuk menurunkan pajak bagi keluarga yang bekerja.
Dia juga pembela politik kaum imigran, dan bekerja untuk memberikan pertolongan kepada kaum imigran, melegalkan perkawinan sejenis, serta aborsi. Obama anti hukuman mati.
Obama juga menginginkan tentara Amerika keluar dari Irak dalam waktu selambat-lambatnya 16 bulan sejak dirinya disahkan sebagai presiden.
Obama juga menginginkan kerjasama yang baik dengan Rusia. Tetapi jika terjadi konflik antara Georgia-Ossetia, Obama meninjau kembali hubunganya dengan Rusia, termasuk rencana Rusia yang bergabung dengan WTO.
Obama untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika presiden kulit hitam yang pertama. Inagurasi Obama dan Joe Biden akan berlangsung 20 Januari 2009.
Sumber: myrmnews.com
Penasaran? Read More...
Selasa, November 04, 2008
Kandidat Presiden & Wakil Presiden USA
Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang digelar pada hari ini, 4 November 2008, diikuti oleh 6 kandidat, yaitu:
- Barack Obama & Joe Biden dari partai Democrat
- John McCain & Sarah Palin dari partai Republican
- Bob Barr & Wayne Allyn Root dari partai Libertarian
- Chuck Baldwin & Darrell Castle dari partai Constitution
- Cynthia McKinney & Rosa Clemente dari partai Green
- Ralph Nader & Matt Gonzalez (Independen)
1. Barack Obama & Joe Biden (Democrat)
Obama melaju menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat setelah menghempaskan saingan utamanya yang juga mantan ibu negara, Hillary Rodham Clinton, melalui primari dan kaukus. Semula banyak desakan agar ia menjadikan Hillary menjadi kandidat wakil presiden.
Namun akhirnya Obama menentukan pilihannya sendiri, Joe Biden. Hillary tetap memberikan dukungan pada Obama dengan menggalang kampanye dan dana bagi Obama. Demikian pula dengan mantan Presiden Bill Clinton yang pekan lalu melakukan kampanye bersama Obama.
Obama mengusung sejumlah program kampanye yang diyakini akan membawa perubahan bagi AS. Dalam kebijakan luar negeri misalnya, ia menginginkan penarikan pasukan dari Irak. Sementara dalam kebijakan ekonomi ia ingin menaikkan pajak bagi mereka yang berpenghasilan tinggi.
Dalam bidang energi, Obama mengajak warga AS untuk menggunakan energi aletrnatif untuk mengatasi ketergantungan AS pada minyak dan menggunakan bahan bakar standard tinggi bagi kendaraan-kendaraan di AS. Selama ini, AS dikenal sebagai pengonsumsi minyak terbesar.
Sebelum sibuk berkampanye sebagai kandidat presiden, Obama menjalani kesibukannya sebagai senator dari negara bagian Illinois. Ia terpilih sebagai senat negara bagian tersebut sejak 1994. Ia pernah pula bekerja sebagai pengacara hak sipil dan mengajar hukum.
Alumnus dari Universitas Harvard ini mengumumkan kampanye presidennya pada Februrai 2007. Ia kemudian dicalonkan dalam konvensi nasional Partai Demokrat pada 2008. Ia melalui perjalanan panjang hingga akhirnya menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat.
Obama lahir di Hawaii pada 4 Agustus 1961. Ayahnya bernama Barack Hussein Obama. Sedangkan ibunya bernama Ann Dunham. Ia dibesarkan di Hawaii dan beberapa tahun pernah pula tinggal di Indonesia. Hingga banyak warga Indonesia berharap Obama akhirnya menjadi presiden.
Dalam sejumlah jajak pendapat, Obama selama ini lebih diunggulkan daripada McCain. Sebab, Obama dinilai sebagai sebuah simbol perubahan karena rakyat AS telah jengah dengan kepemimpinan Presiden Goerge W Bush dari Republik yang menyebabkan lahirnya krisis finasial sekarang ini.
2. John McCain & Sarah Palin (Republican)
John McCain menggandeng Gubernur Alaska, Sarah Palin sebagai kandidat wakil presidennya. Sebelum menjadi kandidat presiden, McCain harus bersaing ketat melalui primari dan kaukus dengan mantan Gubernur Massachusset, Mitt Romney.
Sejumlah kalangan juga sebelumnya mendorong McCain untuk menjadikan Romney sebagai pendampingnya untuk melangkah ke Gedung Putih. Romney dianggap memiliki pengalaman keberhasilan dalam menjalankan tugasnya sebagai gubernur dan memiliki kemampuan menjalin hubungan luar negeri.
Namun, McCain menepis potensi yang dimiliki Romney dan akhirnya memilih Palin sebagai kandidat wakil presiden. Dalam kampanyenya, McCain menentang keras rencana Obama melakukan penarikan pasukan dari Irak dan jika ia menjadi presiden akan tetap mempertahankan pasukan AS di sana.
Di akhir masa kampanye, kandidat wakil presiden dari Republik, Sarah Palin, menegaskan bahwa Obama tak memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan keamanan nasional AS. Ia merespons kebijakan Obama yang ingin menarik pasukan AS dari Irak.
Dalam kebijakannya soal energi, McCain menyatakan lebih baik melakukan pengeboran minyak sendiri di lepas pantai daripada bergantung pada pasokan minyak negara lain. Ia ingin menghentikan pengeluaran 700 miliar dolar AS untuk mendapatkan minyak dari negara lain.
Selain itu, senator asal negara bagian Arizona ini juga menghendaki adanya pengurangan pajak. McCain yang lahir di Panama pada 29 Agustus 1936 itu sebelumnya juga pernah bertarung untuk menjadi wakil Republik sebagai kandidat presiden pada 2000 silam. Ia dikalahkan George W Bush.
3. Bob Barr & Wayne Allyn Root (Libertarian)
Bob Barr ditetapkan oleh Partai Libertarian sebagai kandidat presiden sedangkan kandidat wakil presidennya adalah Wayne Allyn Root. Barr dipilih melalui konvensi nasional Partai Libertaria pada 25 Mei 2008 lalu di Denver, Colorado.
Dalam programnya, Barr menentang pendudukan dan perang Irak. Menurut dia, kedua langkah itu merupakan dua kesalahan yang dilakukan pemerintah AS saat ini. Ia mengatakan jika tak dilakukan penarikan pasukan dari Irak maka AS akan menghamburkan uang sebesar 240 juta dolar AS per hari.
Tak heran bila Barr mendesak penarikan pasukan AS dari Irak secepatnya. Penarikan pasukan tak bisa ditunda lagi. Menurut dia, keberadaan pasukan AS dalam waktu yang lama di Irak akan membuat pemerintah Irak segera memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi masalah keamanan di sana.
Dalam bidang energi, Barr mendorong adanya pemenuhan kebutuhan bahan bakar melalui sumber-sumber dalam negeri. Ia mengatakan pendayagunaan sumber bahan bakar di dalam negeri akan mengeluarkan biaya lebih murah bila menggantungkan diri pada pasokan bahan bakar dari negara lain.
Tak hanya itu, Barr juga mengkritisi pembelanjaan negara yang terus mengalami kenaikan. Menurut dia, sepuluh tahun hingga 2008, jumlah belanja pemerintah mengalami peningkatan hingga 3.1 trilun dolar AS. Jumlah belanja pada 2008 ini, berjumlah 5.1 triliun dolar AS.
Barr menegaskan, pemerintah AS tak boleh membiarkan jumlah pembelanjaan sebesar itu jika AS ingin tetap mampu bersaing di pasar global. Ia mengatakan bila ia menjadi presiden, langkah pertama yang akan ditempuh adalah mengurangi jumlah belanja yang besar ini.
4. Chuck Baldwin & Darrell Castle (Constitution)
Partai Konstitusi melalui konvensi nasional di Kansas City, Missouri pada 26 April 2008 lalu menetapkan Chuck Baldwin menjadi kandidat presiden. Selain sebagai politisi, Baldwin juga sebagai seorang pastor. Ia dampingi Darrel Castle sebagai kandidat wakil presiden.
Baldwin yang lahir di La Porte, Indiana pada 3 Mei 1952, dikenal pula sebagai pendiri Crossroad Baptist Church di Pensacola, Florida. Ia juga dikenal sebagai pembicara di radio dan penulis. Ia berjanji peningkatan kualitas angkatan bersenjata menjadi prioritas jika jadi presiden.
Menurut Baldwin, ia sangat mendukung adanya modernisasi angkatan bersenjata AS, sesuai dengan perkembangan teknologi dan situasi dunia yang terus berubah. Ia mengatakan kuatnya angkatan bersenjata akan menghadirkan keamanan bagi rakyat AS sendiri.
Dalam kebijakan luar negerinya, Baldwin ingin AS menjalin hubungan yang damai dengan semua bangsa. Tentu, kata dia, tanpa melakukan campur tangan masalah domestik negara lain. Dalam hal ini, ia mengatakan jika jadi presiden ia akan segera menarik pasukannya dari Irak.
Baldwin mengatakan hal pertama yang ia lakukan jika menjabat presiden maka ia akan menghentikan langkah pasukan AS bertempur di Irak. Kini, pasukan AS di Irak merupakan pasukan pendudukan. Mereka menduduki negara berdaulat, Irak.
Pendudukan di Irak, kata Baldwin, sebenarnya merupakan langkah yang tak perlu. Sebab perang ini telah membuat paling tidak 4.000 tentara AS tewas dan menyebabkan puluhan ribu warga Irak yang tak berdosa kehilangan nyawanya.
5. Cynthia McKinney & Rosa Clemente (Green)
McKinney merupakan mantan anggota kongres dari Partai Demokrat dari Georgia. Ia ditetapkan menjadi kandidat presiden oleh Partai Hijau dalam konvensi nasional yang di gelar di Chicago pada 12 Juli 2008. Ia juga mendapatkan dukungan dari Partai Buruh Dunia pada bulan yang sama.
Rosa Clemente, aktivis politik dan jurnalis dari New York mendampingi McKinney. Ia merupakan putri Billy McKinney yang menjadi pejabat penegak hukum kulit hitam pertama. Ia mengatakan bahwa melalui ayahnya, ia mengenal gerakan hak-hak sipil.
Karir politiknya dimulau pada 1986 ketika ayahnya mengajukan diirnya sebagai calon anggota parlemen Georgia. Ia menginginkan AS menjalankan sepenuhnya persmaan hak bagi warganya. Menurut dia, jika warga kulit hitam, coklat, Asia, dan putih bersatu maka AS akan terus maju.
6. Ralph Nader & Matt Gonzalez (Independent)
Nader mencalonkan diri menjadi kandidat presiden melalui jalur independen. Ia telah melakukannya sebanyak dua kali yaitu pada 2004 dan 2008 ini. Sebelumnya ia juga telah dua kali diajukan sebagai kandidat oleh Partai Hijau pada 1996 dan 2000.
Nader yang berasal dari Connecticut berprofesi sebagai pengacara dan penulis. Ia pernah pula ditetapkan sebagai salah satu dari 100 orang Amerika yang paling berpengaruh oleh majalah Time. Matt Gonzales, aktivis politik, menjadi kandidat wakil presiden.
Dalam program kampanyenya, Nader menginginkan adanya solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel dan Palestina. Menurut dia, AS harus terus mendorong terjadi solusi seperti ini. Di sisi lain, ia juga menekankan agar AS tak lagi bergantung pada energi fosil.
Sumber: Berbagai Sumber
Penasaran? Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)
